, ,

4 Faktor yang Dorong Menteri Imipas Gagas Ketahanan Pangan UMKM di Lapas

oleh -12 Dilihat
oleh
4 Faktor yang Dorong

4 Faktor yang Dorong Menteri Iminpas Gagas Ketahanan Pangan UMKM di Lapas

Tangkapan Bitung – 4 Faktor yang Dorong Menteri Imigrasi dan Pengawasan Ketenagakerjaan (Iminpas), Irmawati Sari, baru-baru ini mengungkapkan gagasan inovatif untuk memperkuat ketahanan pangan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) melalui program yang melibatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program tersebut bertujuan untuk menciptakan kemandirian pangan bagi penghuni Lapas dengan mengajak mereka berpartisipasi dalam produksi pangan lokal yang dikelola dalam skala UMKM. Gagasan ini, menurut Irmawati, adalah langkah strategis yang bisa memberikan dampak positif, tidak hanya pada sektor ketahanan pangan, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi dan pembinaan karakter narapidana.

Program ini mendapat perhatian luas karena menyasar empat faktor utama yang diyakini bisa membawa perubahan signifikan dalam sistem pemasyarakatan di Indonesia, yang selama ini dianggap hanya fokus pada pemasyarakatan dan pembinaan mental. Kini, dengan memanfaatkan potensi UMKM untuk ketahanan pangan, diharapkan penghuni Lapas dapat diberdayakan melalui kegiatan yang produktif.

1. Peningkatan Kemandirian Pangan di Lapas

Faktor pertama yang mendorong Menteri Irmawati Sari untuk menggagas program ketahanan pangan UMKM di Lapas adalah tingginya ketergantungan pada pasokan luar untuk memenuhi kebutuhan pangan di Lapas.  Hal ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan eksternal dan menciptakan sistem pangan yang lebih mandiri serta mengoptimalkan lahan yang ada di dalam Lapas untuk keperluan pertanian dan budidaya pangan.

“Melalui pendekatan ini, kami ingin menjadikan Lapas sebagai pusat kemandirian pangan, di mana para narapidana bisa berperan langsung dalam pemenuhan kebutuhan pangan mereka, sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan yang produktif bagi mereka,” ujar Menteri Irmawati dalam sebuah wawancara.Menteri Imipas dan Komisi XIII DPR Tinjau Program Ketahanan Pangan di Lapas  Terbuka Kendal - Pikiran Rakyat Tangerang

Baca Juga: Sidang Korupsi Jalan Sumut Topan Ginting Bantah Terima Uang

2. Pemberdayaan Ekonomi Narapidana dan UMKM Lokal

Faktor kedua yang melatarbelakangi gagasan ini adalah potensi pemberdayaan ekonomi melalui pembinaan UMKM di dalam Lapas. Program ini bertujuan untuk membekali narapidana dengan keterampilan dalam budidaya tanaman, pangan olahan, dan pengelolaan usaha kecil yang dapat mereka aplikasikan ketika mereka kembali ke masyarakat setelah menjalani masa hukuman.

Pemberdayaan ini, selain memberi dampak positif bagi penghuni Lapas dalam mengembangkan keterampilan yang berguna di luar penjara, juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Menurut Irmawati, keberhasilan program ketahanan pangan ini dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif, di mana narapidana yang terlibat dalam kegiatan produksi pangan memiliki kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka secara bertahap dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik. “Dengan keterampilan ini, narapidana bisa berkontribusi dalam ekonomi negara setelah keluar dari Lapas, bahkan mungkin bisa membangun usaha mereka sendiri,” tambahnya.

3. Mengurangi Angka Pengangguran dan Meningkatkan Keterampilan Kerja

Ketiga, program ketahanan pangan ini juga bertujuan untuk mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan keterampilan kerja di kalangan narapidana. Program UMKM yang ada di Lapas ini tidak hanya fokus pada produksi pangan, tetapi juga pada pelatihan keterampilan yang berguna dalam dunia kerja, seperti manajemen usaha, teknik pemasaran, dan pengelolaan keuangan.

Dengan adanya pelatihan dan pembinaan secara berkelanjutan, narapidana yang terlibat dapat mempelajari keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar setelah mereka keluar dari Lapas.

4. 4 Faktor yang Dorong Mendukung Program Rehabilitasi Sosial dan Pembinaan Karakter

Faktor keempat yang melatarbelakangi program ini adalah keinginan untuk mengintegrasikan kegiatan produktif dalam proses rehabilitasi narapidana. Selain sebagai upaya untuk menciptakan ketahanan pangan, program ini juga bertujuan untuk membentuk karakter narapidana melalui kegiatan yang memiliki nilai pendidikan dan pembinaan sosial.

Dengan melibatkan narapidana dalam produksi pangan, mereka tidak hanya belajar tentang dunia usaha, tetapi juga tentang pentingnya kerja sama tim, tanggung jawab, dan disiplin. Aktivitas-aktivitas ini dapat memberikan rasa kebanggaan kepada narapidana karena mereka tahu bahwa usaha mereka memberikan manfaat langsung bagi kehidupan sehari-hari mereka dan penghuni Lapas lainnya.

Pembinaan karakter ini sangat penting untuk mempersiapkan mereka agar bisa kembali ke masyarakat dengan mental yang lebih kuat, siap menghadapi tantangan hidup, dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Ini sejalan dengan salah satu tujuan besar dari sistem pemasyarakatan, yaitu rehabilitasi sosial yang menekankan pada pemulihan dan penyadaran diri.

4 Faktor yang Dorong Menatap Masa Depan: Implementasi yang Menjanjikan

Melihat potensi besar dari program ketahanan pangan UMKM ini, Menteri Irmawati Sari menekankan bahwa pemerintah akan bekerja sama dengan instansi terkait seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Koperasi dan UKM, serta pihak swasta untuk memberikan dukungan kepada Lapas dalam mengembangkan program ini.

Ke depan, program ini memiliki potensi untuk menjadi pionir dalam pemberdayaan ekonomi di lembaga pemasyarakatan yang dapat memberi dampak positif tidak hanya pada narapidana, tetapi juga pada masyarakat luas. Dengan langkah yang tepat, ketahanan pangan berbasis UMKM di Lapas dapat menjadi salah satu langkah besar dalam transformasi sistem pemasyarakatan yang lebih produktif dan manusiawi.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.