Asal Usul Alkohol Oplosan yang Tewaskan 5 Pemuda di Mamuju, Diduga Limbah BPOM Manado

oleh -363 Dilihat

Polisi saat mendatangi puskesmas temapt korban miras oplosan dirawat di Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju, Sulbar, Sabtu (20/9/2025).

Lima pemuda di Mamuju, Sulawesi Barat, meninggal dunia setelah menenggak minuman oplosan. Warga menduga cairan berbahaya itu berasal dari limbah sitaan BPOM Manado. Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai asal usul minuman mematikan tersebut dan lemahnya pengawasan distribusi.

Kronologi Kejadian

Kasus bermula ketika sekelompok pemuda membeli cairan beralkohol dari penjual lokal. Mereka kemudian mencampurkannya dengan minuman ringan sebelum pesta kecil dimulai. Setelah menenggak oplosan itu, para korban merasakan pusing, mual, dan sesak. Kondisi mereka memburuk dengan cepat sehingga keluarga membawa mereka ke fasilitas kesehatan. Sayangnya, dokter tidak bisa menyelamatkan nyawa mereka.

Dugaan Asal Alkohol

Polisi mendalami dugaan bahwa cairan yang digunakan merupakan limbah sitaan BPOM Manado. Seharusnya, cairan sitaan dimusnahkan dengan prosedur ketat. Namun, indikasi kebocoran distribusi membuat barang berbahaya itu justru beredar di masyarakat. Karena itu, penyelidikan menyoroti apakah ada oknum yang menyalahgunakan barang sitaan.

Pihak BPOM menyatakan selalu melakukan pemusnahan sesuai aturan. Meskipun begitu, aparat tetap menelusuri setiap rantai distribusi untuk menemukan celah yang mungkin dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab.

Bahaya Minuman Oplosan

Oplosan menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan. Produsen ilegal biasanya mencampur alkohol industri atau limbah kimia dengan minuman lain tanpa takaran jelas. Akibatnya, racun seperti metanol mudah terbentuk. Zat berbahaya itu bisa merusak organ vital, menyebabkan kebutaan, hingga memicu kematian mendadak.

Selain itu, data kesehatan menunjukkan puluhan orang di Indonesia kehilangan nyawa setiap tahun akibat oplosan. Kasus Mamuju menambah daftar panjang korban yang sebenarnya bisa dihindari. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami risiko dan menolak konsumsi minuman ilegal.

Langkah Penegakan Hukum

Kepolisian Sulawesi Barat bergerak cepat. Mereka memeriksa saksi, menelusuri jalur distribusi, dan mencari pelaku utama peredaran oplosan. Aparat menegaskan tidak akan ragu menindak siapa pun yang terbukti lalai atau sengaja memperjualbelikan limbah beralkohol.

Sementara itu, pemerintah daerah diminta memperkuat pengawasan. Edukasi publik juga menjadi kunci agar masyarakat tidak tergoda membeli minuman murah yang berbahaya. Dengan kombinasi pengawasan ketat dan kesadaran masyarakat, kasus serupa bisa dicegah di masa depan.

Kesimpulan

Kematian lima pemuda di Mamuju menjadi peringatan nyata mengenai bahaya oplosan. Dugaan keterlibatan limbah sitaan BPOM Manado wajib diusut tuntas. Semua pihak harus bertindak aktif agar tragedi seperti ini tidak kembali terjadi. Karena itu, masyarakat sebaiknya memilih jalur aman: menolak minuman oplosan dan melapor jika menemukan peredaran alkohol ilegal.


Pranala Luar

Kategori: Kriminal, Kesehatan, Nasional

Tag: Alkohol Oplosan, Mamuju, BPOM, Minuman Ilegal, Kasus Kematian

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.