
Perempuan di Garda Terdepan
Karni Sandabunga bergabung dengan Manggala Agni, pasukan pengendali kebakaran hutan dan lahan, lebih dari sepuluh tahun lalu. Keputusan ini diambil bukan tanpa tantangan, mengingat mayoritas anggota tim adalah laki-laki. Namun, semangat dan kecintaannya pada hutan membuat Karni tak gentar menghadapi risiko.
“Api itu tidak pandang bulu. Laki-laki atau perempuan, semua bisa jadi korbannya. Yang penting kita punya ilmu dan kesiapan mental,” ujar Karni dalam sebuah wawancara.
Tantangan di Lapangan
Saat bertugas, Karni harus berjalan jauh menembus hutan dengan peralatan berat di punggung. Kondisi medan yang curam, suhu panas, hingga asap pekat menjadi tantangan sehari-hari. Meski demikian, ia selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi timnya.
Selain melakukan pemadaman, Karni juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat desa sekitar hutan tentang pentingnya pencegahan kebakaran. Menurutnya, pencegahan lebih baik daripada pemadaman.
Inspirasi bagi Generasi Muda
Kisah Karni menginspirasi banyak perempuan di Sulawesi dan daerah lainnya untuk berani mengambil peran di bidang yang sering dianggap maskulin. Ia menunjukkan bahwa dengan tekad, disiplin, dan keberanian, perempuan mampu berdiri sejajar dalam tugas berat menjaga lingkungan.
Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga memberikan apresiasi atas dedikasi Karni dan rekan-rekannya di Manggala Agni. Keberadaan sosok seperti Karni membuktikan bahwa peran perempuan sangat penting dalam isu lingkungan dan perubahan iklim.
