, ,

Peringati 3 Tahun Tragedi Itaweon, PM Korsel: Masih Banyak Isu yang Belum Selesai dari Bencana Ini

oleh -714 Dilihat

Bitung – Peringati 3 Tahun Peringatan ketiga dari tragedi kematian massal di Itaewon pada tahun ini kembali diadakan di Seoul City Hall Plaza pada Sabtu (25/10/2025).

Seremoni pada tahun 2025, menjadi sorotan mengingat ini kali pertama upacara peringatan ikut dihadiri oleh keluarga korban warga negara asing dan pemerintah.

Upacara ini sendiri diselenggarakan bersama lewat inisiatif kelompok keluarga korban yang menggandeng pemerintah Korea Selatan sebagai penyelenggara secara resmi.

Guna memperingati tragedi tersebut, upacara pun dimulai dengan pembacaan nama setiap korban di Seoul Plaza pada pukul 18.34 waktu setempat.

Adapun waktu tersebut dipilih guna memperingati momen ketika panggilan darurat pertama dilakukan ke polisi pada malam bencana tersebut.

Seperti diketahui, pada malam 29 Oktober 2022, yang bertepatan dengan hari Sabtu terjadi tragedi kematian massal akibat kerumunan di kawasan Itaewon.

Tragedi yang terjadi dua hari sebelum Halloween tersebut, diketahui menewaskan 159 orang.

Dari jumlah tersebut, 21 korban meninggal di antaranya adalah warga negara asing.

baca Juga : Bersama Megawati, Puan Letakkan Karangan Bunga di Memorial Korban Tragedi Itaewon

Peringati 3 Tahun
Peringati 3 Tahun

Salah satu faktor yang disalahkan atas tingginya jumlah korban jiwa adalah kurangnya respons dan pengendalian yang terkoordinasi dari pihak berwajib.

Membludaknya pengunjung di Itaewon kala itu ditengarai oleh momentum acara publik besar pertama sejak dilonggarkannya pembatasan sosial ketat yang diberlakukan selama pandemi Covid-19.

Terkait kronologi kejadian tersebut, Perdana Menteri Korea Selatan Kim Min-seok yang hadir di upacara peringatan tahun ketiga Tragedi Itaweon turut mencurahkan tanggapannya dalam pidato pembukaan seremoni.

“Ini bukanlah kecelakaan biasa, melainkan bencana dahsyat yang disebabkan oleh runtuhnya tanggung jawab publik dan sistem keselamatan publik,” buka Kim Min-Seok.

“Nyawa dan keselamatan rakyat adalah alasan utama keberadaan sebuah negara.” tambahnya.

Kim juga merasa ikut memangku tanggung jawab berat kepada keluarga korban untuk mengungkap pihak-pihak mana saja yang bersalah terkait tragedi tersebut.

“Kami belum sepenuhnya lepas dari jeritan keluarga korban yang menuntut kebenaran diungkap dan pelaku bertanggung jawab dihukum.” tegasnya.

Kim juga menyoroti kinerja aparat hukum Korea Selatan terkait Tragedi Itaewon.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.