Selamat dari Kecelakaan di Tol Jagorawi, Diva Siregar Alami Microsleep
Tangkapan Bitung – Selamat dari Kecelakaan di jalan tol sering kali menjadi momen yang mengerikan, tetapi kadang-kadang, ada cerita yang menyelamatkan, yang memberi harapan bahwa takdir bisa saja berpihak pada kita di saat-saat genting. Salah satunya adalah insiden yang melibatkan Diva Siregar, seorang selebritas yang selamat dari kecelakaan di Tol Jagorawi baru-baru ini. Diva, yang dikenal sebagai sosok publik yang aktif di dunia hiburan, mengungkapkan bahwa kecelakaan tersebut terjadi karena dirinya mengalami microsleep, sebuah kondisi tidur singkat yang terjadi secara tiba-tiba dan bisa sangat berbahaya.
Kronologi Kecelakaan: Kejadian yang Mengerikan
Kecelakaan itu terjadi pada pagi hari, ketika Diva Siregar sedang dalam perjalanan menuju salah satu acara penting di Jakarta. Mengendarai mobil pribadi seorang diri, Diva yang merasa lelah setelah menjalani serangkaian kegiatan sebelumnya, tak menyadari bahwa tubuhnya mulai kehilangan kewaspadaan. Di jalan tol yang relatif sepi, tiba-tiba dia merasa matanya mulai terpejam tanpa bisa dikendalikan.
“Awalnya saya merasa mengantuk, tetapi saya pikir itu biasa saja. Namun, tak lama kemudian saya sadar kalau mata saya mulai tertutup, dan sebelum saya bisa menyadarinya, mobil saya sudah menabrak pembatas jalan,” jelas Diva saat diwawancarai setelah kejadian.
Beruntung, mobil yang dikendarainya tidak terguling atau mengalami kerusakan parah, meskipun bagian depan kendaraan mengalami kerusakan signifikan. Diva hanya mengalami luka ringan di beberapa bagian tubuhnya dan segera dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Syukurlah saya masih diberi kesempatan untuk hidup dan bangun di rumah sakit,” katanya dengan nada syukur.
Baca Juga: Simak Proyeksi Harga Emas Sepekan ke Depan
Apa Itu Microsleep?
Diva mengungkapkan bahwa dirinya mengalami microsleep, yaitu kondisi tidur singkat yang berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit, yang sering terjadi secara tiba-tiba dan sulit untuk disadari oleh penderitanya. Microsleep umumnya terjadi ketika seseorang sedang sangat lelah, mengantuk, atau kurang tidur, dan kondisi ini bisa terjadi meskipun orang tersebut tetap berada dalam keadaan sadar secara keseluruhan.
Selama microsleep, meskipun seseorang masih “terjaga”, otak mereka secara sementara berhenti untuk berfungsi dengan baik. Ini menyebabkan hilangnya perhatian, koordinasi, dan kemampuan untuk merespons lingkungan sekitar, bahkan dalam situasi yang membutuhkan kewaspadaan tinggi seperti mengemudi. Dalam beberapa kasus, microsleep bisa terjadi tanpa disadari oleh pengemudi, yang pada akhirnya berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan.
Bahaya Microsleep Saat Berkendara
Kejadian ini mengingatkan kita akan bahaya serius yang bisa ditimbulkan oleh microsleep, terutama saat mengemudi. Menurut para ahli tidur dan keselamatan jalan raya, microsleep bisa sangat berbahaya karena sering kali terjadi tanpa peringatan, dan pengemudi tidak memiliki kesempatan untuk menghindari atau mengoreksi kondisi tersebut.
Saat seseorang mengemudi dalam keadaan lelah, tubuh dan otak mereka membutuhkan waktu untuk beristirahat. Tanpa istirahat yang cukup, risiko microsleep menjadi lebih tinggi, dan ini bisa menyebabkan kecelakaan yang fatal. “Tiga detik saja bisa menjadi waktu yang cukup lama bagi pengemudi yang tidak sadar, dan itu bisa berakibat fatal,” ujar Dr. Yulia, seorang ahli neurologi yang juga terlibat dalam penelitian tentang bahaya microsleep.
Penyebab utama microsleep biasanya adalah kurang tidur. Selain itu, faktor lain seperti konsumsi alkohol, obat-obatan, atau stres berlebihan juga bisa meningkatkan kemungkinan terjadinya microsleep. Itu sebabnya, pihak berwenang selalu mengingatkan agar pengemudi menghindari mengemudi dalam kondisi lelah dan tidak cukup tidur.
Selamat dari Kecelakaan Diva Siregar Berbagi Pengalaman: Kesadaran tentang Kesehatan dan Tidur
“Ini adalah pengalaman yang sangat menakutkan. Saya ingin mengingatkan semua orang untuk selalu mendengarkan tubuh kita. Jika merasa lelah, jangan paksakan diri untuk mengemudi. Istirahat sejenak atau cari tempat yang aman untuk tidur. Keselamatan adalah yang utama,” ujar Diva dengan penuh harap agar orang lain tidak mengalami pengalaman serupa.
Diva juga menambahkan bahwa dirinya kini lebih memperhatikan waktu tidurnya dan tidak lagi menyepelekan pentingnya istirahat.
Respons Masyarakat dan Pemerintah
Kecelakaan yang melibatkan Diva Siregar juga mendapatkan perhatian dari masyarakat, terutama para pengemudi dan pihak berwenang. Banyak yang menyarankan agar pemerintah lebih memperhatikan kondisi jalan tol dengan menambah lebih banyak rambu-rambu keselamatan yang mengingatkan pengemudi untuk beristirahat jika merasa lelah. Beberapa pengamat juga menekankan perlunya kampanye lebih luas terkait bahaya microsleep dan pentingnya keselamatan berkendara.
Pemerintah dan organisasi terkait keselamatan jalan raya telah memulai kampanye untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya mengemudi dalam keadaan mengantuk.





