, ,

Sungai Loworea Meluap Puluhan Rumah Warga Ende Terendam Banjir

oleh -219 Dilihat
oleh
Sungai Loworea Meluap

Sungai Loworea Meluap Puluhan Rumah Warga Ende Terendam Banjir

Tangkapan Bitung – Sungai Loworea Meluap Bencana banjir kembali melanda kota Ende, Nusa Tenggara Timur, setelah Sungai Loworea meluap akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut. Banjir yang terjadi pada tanggal 10 Januari 2026 mengakibatkan puluhan rumah warga terendam, dengan ketinggian air mencapai lebih dari 1 meter di beberapa wilayah.

Kejadian ini membuat banyak warga panik dan terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Beberapa jalan utama juga tergenang, mengganggu aktivitas masyarakat, serta menyebabkan kerusakan pada infrastruktur lokal.

Penyebab Banjir: Hujan Lebat dan Sungai Loworea yang Meluap

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan lebat yang turun sejak malam hari hingga pagi hari meningkatkan volume air secara drastis, menyebabkan Sungai Loworea yang melintasi pusat kota Ende meluap. Sungai ini, yang selama ini dikenal sebagai salah satu saluran utama, tidak mampu menampung derasnya air hujan, yang akhirnya membanjiri pemukiman warga di sepanjang aliran sungai.

Kepala BPBD Ende, Sandi Widodo, mengungkapkan bahwa pihaknya mendapat laporan dari masyarakat setempat mengenai tingginya curah hujan yang mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir. “Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat drastis, mengakibatkan meluapnya Sungai Loworea dan merendam sejumlah rumah warga di sekitar bantaran sungai.”Sungai Meluap, Puluhan Rumah di Lebak Terendam Banjir

Baca Juga: Israel Merasa Sudah Dewasa Akan Lepas dari Bantuan AS

Puluhan Rumah Terendam, Warga Mengungsi

Berdasarkan laporan sementara yang diterima oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende, lebih dari 30 rumah di Kelurahan Rukun Sari, Kelurahan Tanjung, dan beberapa wilayah lainnya terendam banjir. Beberapa warga yang tinggal di dekat bantaran sungai harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman, sementara lainnya memilih untuk berlindung di rumah saudara mereka.

Banjir yang datang dengan cepat ini memaksa warga untuk menyelamatkan barang-barang berharga mereka dalam waktu yang singkat. Beberapa di antaranya terlihat menggunakan perahu untuk menyelamatkan diri dan mengevakuasi barang-barang yang tidak bisa dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi.

Rina, salah seorang warga Rukun Sari, mengungkapkan bahwa banjir kali ini adalah yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. “Kami tidak menyangka air akan naik setinggi ini. Rumah saya sudah terendam hampir satu meter, dan saya terpaksa menyelamatkan anak-anak ke tempat yang lebih tinggi. Semoga bantuan segera datang, karena kami butuh bantuan darurat.”

Sungai Loworea Meluap Dampak pada Infrastruktur dan Aktivitas Ekonomi

Selain merendam rumah warga, banjir juga mengganggu aktivitas ekonomi di kota Ende. Begitu juga dengan akses jalan menuju beberapa daerah terisolir, yang kini sulit dijangkau karena genangan air yang cukup tinggi.

Infrastruktur penting lainnya, seperti jaringan listrik dan jalan raya, juga terkena dampaknya. Beberapa laporan menyebutkan bahwa aliran listrik di sejumlah kawasan sempat terputus karena adanya tiang listrik yang roboh akibat terjangan banjir.

Sungai Loworea MeluapUpaya Penanggulangan dan Bantuan untuk Korban

Pemerintah daerah, bersama dengan BPBD, segera mengirimkan tim tanggap darurat untuk melakukan evakuasi dan memberikan bantuan kepada korban banjir. Beberapa posko bantuan telah didirikan di lokasi-lokasi pengungsian, menyediakan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan perlengkapan darurat lainnya. Warga yang terdampak banjir juga diimbau untuk menjauhi aliran sungai hingga kondisi benar-benar aman.

“Kami segera mengirimkan bantuan untuk kebutuhan darurat seperti makanan, obat-obatan, dan selimut. Selain itu, kami juga tengah merencanakan pemulihan jangka panjang untuk memastikan tidak ada lagi korban yang berjatuhan. Kami akan fokus pada penanganan bencana ini dengan maksimal.”

Tantangan Ke depan: Penanganan Banjir dan Pengelolaan Sumber Daya Alam

Banjir yang melanda Ende kembali menyoroti pentingnya pengelolaan sungai dan pembangunan infrastruktur yang lebih baik. Salah satu solusi yang digulirkan adalah pembangunan tanggul atau bendungan sementara untuk menahan air agar tidak meluap ke permukiman warga.

Pengawasan yang ketat terhadap pembangunan di kawasan tersebut juga akan membantu mencegah terjadinya banjir besar yang merugikan masyarakat.

 “Jika tidak ada upaya konservasi alam yang lebih serius, banjir seperti ini bisa kembali terjadi. Kami berharap pemerintah bisa lebih memperhatikan keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian alam.”

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.